Tuesday, August 18, 2009

MASJID AL-ABROR



Sudah lama sebenarnya aku pinggin menulis tentang Masjid Al-Abror ini, cuma karena pengetahuanku tentang Masjid ini kurang banyak, walau masjid ini sejak dulu saat aku masih kecil juga sudah ada dan merupakan salah satu pusat kegiatan agama Islam di Desa Weru.Bahkan aku masih ingat betul waktu aku masih kecil di tahun 1977an, aku sempat sekolah di depan masjid ini, sekolah BA atau setarap TK ( Taman Kanak-kanak ) saat ini. Disekolah ini aku mulai dikenalkan dengan Islam selain dari kedua Orangtuaku, disolah ini juga aku mulai dikenalkan baca tulis baik arab maupun latin.
Didepan masjid ini pula dulu ada sekolah Madarasyah setarap dengan SD ( Sekolah Dasar ). Namun sayang sekolah ini sekarang tinggal yang BAnya saja, dan sekarang pindah diseberang jalan depan Masjid Al-Abror.

Masjid ini mungkin sudah beberapa kali mengalami perombakan dan perbaikan, hal ini di sebabkan karena semakin bertambah banyaknya jamaah yang sholat di masjid atau memang sudah lapuk dan tuanya bangunan tersebut.

Dan yang perlu kita bernapas lega bahwa sekitar tahun 2001an tanah masjid ini, Alhamdulillah sudah disertifikasi. Walau dulu sempat terjadi perdebatan yang cukup alot waktu itu, tapi atas ijin Allah dan atas Rohmat Allahlah masalah itu bisa selesai.
Perubahan yang yang lain adalah tempat wudhu, setelah sempat dibangun dengan berbagai posisi dan bentuk, kiranya bangunan yang sekarang ini yang paling bagus. Tempat wudhu masih sama terletak di sebelah utara masjid hanya saja sekarang dibangun mepet kearah barat sehingga kelihatan rapi dan bersih.
Hanya saja tempat untuk wudhu wanita belum tersedia bangunan yang tersendiri, ini mungkin menjadi PR tersendiri bagi pengurus dan warga Desa Weru. Meskipun di Desa Weru terdapat sedikitnya 3 Masjid, yang satu di dukuh Kauman ( Masjid Al-Abror ) satu di dukuh Tunggul dan Satunya di dukuh Kandren. Masjid Al-Abror masih merupakan pusat kegiatan Islam di Desa Weru ini.
Alhamdulillah kegiatan Sholat Ied masih terpusat di Lapangan Sepak Bola di dukuh Ngentak, ini patut kita banggakan dan kita pertahankan. Karena dengan kegiatan Sholat Ied masih terpusat di satu tempat, ini menggambarkan bahwa Syiar Islam masih bagus dan jamaah masih utuh tidak terpecah-pecah.
Bandingkan keadaan ini dengan di kota, jangankan satu daerah atau satu kota, satu RWpun ada 2 tempat Sholat Ied. Ini sangat disayangkan, karena syiar Islamnya jadi kurang dan menggambarkan keadaan jamaahnya tidak kuat lagi.
Ini menjadi tanggungjawab setiap warga dan semua pengurus masjid-masjid dan mushola-mushola yang ada, agar senantiasa mengedepankan syiar Islam dan jamaah daripada nafsu yang membawa perpecahan dan kehancuran umat.
Semoga ini tetap berjalan terus walau Desa Weru semakin maju dan semakin modern. Amiin

2 comments:

  1. Tempat aku sholat jum'at ama sholat Ied kadang2 klu pas tdk di lapangan karena hujan.

    ReplyDelete

" jazakumullah khairan kathira, matur nuwun sanget menawi panjenengan purun ngisi komentar "