Selasa, 21 Juli 2009

Lapangan Bola


Salah satu sarana yang ada di Desa Weru adalah Lapangan Bola area publik yang satu ini mungkin lebih populer dibanding dengan yang lainnya. Disamping sepok bola adalah sebagai olah raga paling popoler di masyarakat juga karena tempat ini juga sudah beberapa kali membawa misi Desa weru untuk memperkenalkan desa lewat klub Sepok Bola tentunya. Lapangan ini disamping untuk kegiatan olah raga bagi warga dan sekolah-sekolah di sekitar Desa Weru, juga sering digunakan untuk sarana ibadah Sholat 'Ied baik 'Iedul Fitri maupun 'Iedul Qurban.


Waktu kecil dulu lapangan ini sering disebut dengan " lapangan dul Ngentak " yang maksudnya adalah lapangan di sebelah selatan dukuh Ngentak. Bahkan dulu pernah juga dalang kondang " Ki Anom Suroto " pernah juga memainkan wayang kulit disini, ini bukan lantaran ada warga yang nanggap atau mendatangkan sang Dalang karena punya hajat, melainkan sumbangan dari mahasiswa yang kebetulan sedang KKN di desa Weru dan salah satunya adalah anak dari sang Dalang tersebut.

Bicara Soal lapangan bola Desa Weru Tentunya tidak lebas dari klub sepok bola Desa Weru juga. Di Desa Weru ada klub sepak bola PS ARMADA namanya. Entah dulu maksudnya apa kok bisa pakai nama PS ARMADA padahal Desa Weru adalah Desa yang jauh dari laut bahkan di logonya terdapat gambar jangkar. Boleh jadi nama itu dipilih karena waktu itu Pak Lurah sebutan Kepala Desa, waktu itu adalah pensiunan dari RPKAD sehingga dengan nama PS ARMADA bisa menambah motifasi bagi para pemain untuk berjuang seperti para Armada Tempur dalam menghadapi musuh-musuhnya.

Pada Sekade tahun 1980_an nama PS ARMADA sangat dikenal didunia persepak bolaan di tingkat Kecamatan Weru, bahkan Sampai tingkat Kabupaten Sukoharjo. Sehingga tak jarang kalau waktu itu kalau ada tournament sepak bola sudah pasti nama PS ARMADA diperhitungkan.

Bahkan sampai awal tahun 2000_an dilapangan ini masih dipakai untuk tournament walau hanya bertaraf Daerah saja. Bahkan untuk hadiah hadir pernah berupa sepeda motor, yang tentu saja sudah merupakan prestasi yang tidak boleh dianggap remeh oleh siapa saja.

Bukti kecintaan warga terhadap PS ARMADA ini bisa dilihat disetiap pertandingan yang pernah diadakan selalu dipadati oleh penonton, baik muda maupun tua. Bahkan tak jarang waktu itu para warga yang sehabis pulang dari sawah, mereka sempatkan menonton klub sepak bola kebanggaan mereka.

 

Bagi kaum muda pernah juga mereka mencetak stiker versi mereka, sebagai rasa sayang dan bangga terhadap klub sepak bola ini. Pernah juga terbentuk Armada Junior atau semacam SSB ( sekolah sepak bola ), namun sayang kegiatan ini sudah lama hilang. Masalah dana agaknya masih menjadi kendala yang nomor satu untuk klub sepak bola ini.

Yang perlu dicatat bahwa klub sepak bola PS ARMADA pernah membawa nama harum bagi Desa Weru dan pernah mencetak generasi muda yang sehat dan mandiri. Bandingkan dengan keadaan sekarang, tentu akan bertolak belakang, ini merupakan kewajiban semua warga untuk membina dan mengarahkan para pemudanya.


3 komentar:

  1. Hеllo! I know thiѕ is kinda off tοpic
    nеvertheleѕs I'd figured I'd ask. Wοuld you be interested in
    exсhanging linκs or mаybe guest writing а blog artіcle or vіce-vегѕa?
    My wеbsite gοeѕ oνег a lot
    of the same topіcs аѕ yоurs аnd I thinκ we could greatly benefit fгom eасh οther.
    If you're interested feel free to send me an email. I look forward to hearing from you! Awesome blog by the way!

    my web-site - please click the following internet site

    BalasHapus
  2. Undeniably believe that which you stated. Your favorite justification seemed to
    be on the web the easiest thing to be aware of. I say to you, I definitely get irked while people consider worries that they just don't know about. You managed to hit the nail upon the top and also defined out the whole thing without having side-effects , people could take a signal. Will probably be back to get more. Thanks

    My website - cellulite treatment cream

    BalasHapus

" jazakumullah khairan kathira, matur nuwun sanget menawi panjenengan purun ngisi komentar "